|
| [Details] |
| Report Time | 04:55 |
| Condition | --- |
| Wind Chill | 10 °C |
| Dew Point | 12 °C |
| Wind Direction | 340NNW |
| Variable Wind | ---/--- |
| Wind Speed | 2.1 m/s |
| Wind Gust | --- |
| Visibility | 1.8 km |
| Pressure | 1003 hPa |
| Humidity | 100.0 % |
| Humidity Index | 14.2 °C |
| Heat Index | --- |
| Precipitation | --- |
| Snow | --- |
Tulisan Walentina ini sudah dimuat di Kolom Kita Detik.com
Walangkekek Masak Sawi
Walentina Waluyanti – Holland
Gara-gara di tulisan saya berjudul “Cari Bukti Tuhan Ada?” ada komentar ibu-ibu (Dewi, Farvel, Wati) yang menyangkut dunia persayuran, saya tergelitik menulis resep ini. Komentar para ibu-ibu di artikel itu memang tidak ada sangkut-pautnya dengan Ketuhanan sebagaimana topik artikel. Untung penulisnya yang sok baik hati, tidak merasa terusik oleh ulah ibu-ibu o'ot itu. Soalnya penulisnya sendiri sama saja....
Oke, ngomong-ngomong tentang sayur. Menyantap sayuran segar setiap hari? Ya, maunya sih begitu.

Tapi keadaan kadang-kadang membuat kita sulit untuk memperoleh sayuran segar setiap hari. Solusinya di lemari kadang ada cadangan sayuran dalam kemasan, tidak segar, tapi cukup layak untuk disantap.
Hari ini saya ingin memasak sayuran. Tapi tidak punya waktu untuk belanja sayuran segar. Untung saja di kulkas masih ada sayur sawi asin. Saya meraihnya dari kulkas. Sayur ini dikemas dalam plastik bening tebal. Di dalamnya nampak sawi berwarna hijau kekuningan dengan air bergaram.
Sawi asin memang merupakan sayur yang sudah di-fermentasi. Diolah melalui proses penggaraman. Sejak dulu nenek moyang kita sudah menemukan metode bahwa garam dapat menghambat bakteri penyebab pembusukan. Mereka kemudian menerapkan metode ini untuk mengawetkan makanan, agar tetap layak santap walau disimpan beberapa lama.
Sudah beberapa hari ini, kami sekeluarga menyantap makanan Eropa. Hari ini kangen juga ingin membuat sayuran yang dulu sering dibuat oma saya.
Sop sawi asin ini kadang saya variasikan dengan udang, tahu ataupun daging sapi. Kalau sudah beberapa lama selalu menyantap yang serba tumis, gorengan dan makanan berlemak, biasanya lidah ingin mengecap makanan berkuah yang terasa ringan, segar dan tidak “berat”. Karena itu sop sawi asin yang berkuah segar, bisa menjadi salah satu alternatif.
Sawi asin bukanlah sayuran “fresh”. Karena itu untuk mengimbanginya, saya menyertakan beberapa tomat segar ke sayuran ini yang sekaligus menambah cita rasa.
Lebih baik saya langsung saja mulai memasak. Kemasan plastik sawi asin itu saya gunting...sret...sret! Airnya saya buang. Sawi asin itu saya taruh di wadah penyaring. Air kran hangat saya putar. Lalu...serrrrr....sawi asin itu terguyur tanpa ampun di bawah guyuran air hangat. Nah, dengan begitu, sawi asin ini menjadi agak sedikit berkurang kadar keasinannya.
Berikut ini resep lengkapnya.
SAWI ASIN KUAH TAHU DAGING
Bahan:
- Sawi asin 300 gram. Cuci dan guyurlah sawi asin dengan air hangat untuk mengurangi rasa asinnya. Lalu iris-iris sawi asin yang telah dicuci itu.
- Daging sapi 250 gram potong-potong.
- Tahu 200 gram potong kotak.
-

Bumbu:
- Tomat 4 buah, potong sesuai selera.
- Irisan bawang bombay 1 buah.
- Bawang putih 5 siung (2 siung untuk daging dan 3 siung untuk sayur).
- Jahe 2 cm digeprek.
- 1 sdm minyak wijen.
- 1 sdm minyak ikan.
- Campuran 1 sdm vinegar + 1 sdm kecap asin di mangkok kecil.
- Minyak goreng untuk menumis.
- Maggie blok.
Cara Membuat:
- Panaskan 3 sendok makan minyak goreng di wajan. Setelah minyak panas, tuangkan irisan 2 siung bawang putih dan irisan bawang bombay ke minyak yang sudah panas.
- Setelah bawang berbau harum, campurkanlah irisan daging sapi ke bawang itu. Masukkan jahe. Bubuhi sedikit garam. Aduk-aduk hingga tercampur merata dan daging berubah warna, lalu tuangkan kira-kira 4 gelas air ke daging. Biarkan sampai air mendidih.
- Setelah air mendidih, kecilkan api, dan tutup wajan itu. Biarkan daging beberapa lama hingga empuk. Setelah daging empuk dan masak, matikan api.
- Siapkan wajan terpisah, tuangi 3 sdm minyak goreng ke dalamnya.
- Setelah minyak panas, tumislah irisan halus 3 siung bawang putih.
- Setelah bawang berbau harum, masukkan minyak wijen, minyak ikan, campuran vinegar dan kecap asin. Segera masukkan juga irisan sawi asin. Lalu aduk-aduk merata hingga tercampur dengan bumbu lainnya.
- Kemudian ke wajan berisi sayuran itu, tuangkan juga daging beserta kuahnya yang telah matang tadi. Masukkan maggie blok. Masak hingga matang.
- Ketika sudah matang, masukkan irisan tomat, biarkan sebentar hingga tomat layu. Icip sebentar. Walau sawi asin sudah cukup asin, mungkin anda masih ingin tambah garam lagi? Waduh, kalau tensi-nya naik gara-gara maruk garam, jangan salahkan saya lho!

Nah, sayur sawi asin kuah tahu daging ini sudah selesai. Eits! Jangan lupa satu hal. Kata orang Ambon di Belanda, mereka suka bilang dengan istilah “Bunuh itu api!”. Maksudnya api kompor, bukan api rokok, Oom! Setelah api-nya ko'it, sawi asin siap dihidangkan.

Rasa kaldu daging sapi, aroma khas sawi, daging yang empuk, lembutnya tahu, keharuman ramuan rempah, menghasilkan kombinasi rasa kuah yang asem segar gurih....hmmm....cocok di santap di cuaca yang sedang panas ini.
Selamat mencoba!
Foto & resep Walentina Waluyanti – Nederland
