|
| [Details] |
| Report Time | 04:25 |
| Condition | --- |
| Wind Chill | 10 °C |
| Dew Point | 12 °C |
| Wind Direction | 330NNW |
| Variable Wind | ---/--- |
| Wind Speed | 2.6 m/s |
| Wind Gust | --- |
| Visibility | 2.0 km |
| Pressure | 1003 hPa |
| Humidity | 100.0 % |
| Humidity Index | 14.2 °C |
| Heat Index | --- |
| Precipitation | --- |
| Snow | --- |
Yan dan Walentina Waluyanti – Nederland
Kerang? Ini ada ceritanya sendiri. Ketika baru-baru ini makan kerang saat liburan di Kuala Lumpur, saya teringat sesuatu. Saya bilang pada istri, “Ini hampir ulang tahun 'Kolom Kita' kan? Mudah-mudahan ada lomba masak seperti tahun lalu, ya! Kalau ada, saya ingin ikut lomba masak kerang!”.
Begitu kembali dari Malaysia dan Indonesia, wah...memang ada pengumuman lomba masak. Nah, kebetulan kan?
Sebagai penyuka hidangan laut, saya memang tidak melewatkan hidangan kerang. Dan tentang hidangan kerang di Malaysia tadi, cara penyajiannya hampir mirip kerang ala Holland. Dihidangkan utuh dengan kulitnya. Selanjutnya menara kembar di Kuala Lumpur yang kami kunjungi itu, menjadi tidak berarti apa-apa lagi. Saya lebih tertarik dengan makanannya. Hahahahaha...

Foto: Di Kuala Lumpur (Foto: Kiki)
Setelah lelah berjalan-jalan melihat-lihat kota Kuala Lumpur, bersama anak istri kami menyinggahi sebuah kedai makanan laut. Di depan kedai tampak beraneka makanan laut. Masih mentah. Segar-segar. Pengunjung boleh memilih ikan, udang, atau pun kerang yang diinginkan. Setelah itu si juru masak akan mengolahnya sesuai menu yang diinginkan.

Foto: Yan
Saya tertarik memesan hidangan kerang karena melihat ukuran kerangnya yang super besar. Di Belanda sendiri saya belum pernah melihat kerang sebesar itu. Kerang itu lalu dimasak dengan kuah yang pedas, seperti keinginan saya.
Gerabah terbuat dari tanah liat, menjadi wadah penyaji kerang berkuah rempah melimpah itu. Di dalamnya nampak kerang terendam dalam kuah bening bercampur sayur, cabe, sereh, dan bumbu lainnya. Rasanya luar biasa pedas, seakan pakai cabe sekilo. Namun sangat nikmat. Sampai berkeringat. Untung saya sudah biasa makan cabe. Jadi tidak sakit perut.
Di bawah ini foto kerang ekstra pedas yang kami sekeluarga santap di restoran di Kuala Lumpur itu.

Kerang di Kuala Lumpur (Foto:Yan)
Setelah mencoba kerang itu, saya lalu teringat resep kerang Holland yang ingin saya kirim buat lomba masak HUT KoKI. Untung istri saya tidak keberatan menjadi penerjemah, sehingga saya bisa berpartisipasi di HUT KoKi ini.
Walaupun antusias mengikuti lomba masak HUT KoKI ini, sebetulnya saya ragu-ragu juga. Soalnya saya ini Belanda totok. Apa diperbolehkan ikut lomba ya? Mungkin yang diutamakan hanya orang Indonesia asli. Tapi saya nekad saja mengikuti lomba ini. Hitung-hitung ikut memeriahkan. Soalnya walau orang asing, tapi saya termasuk peminat KoKi. Di tengah pekerjaan saya, dari kantor kadang saya meng-klik KoKi sekedar melihat-lihat. Tadinya karena penasaran. Seperti apa KoKi itu? Mengapa gara-gara KoKi, istri saya rajin mengetik...mengetik...dan mengetik artikel?
Sebelumnya saya sudah pernah mengirim beberapa resep di KoKi ini. Jika resep saya dimuat di KoKi, tentu saja saya senang. Dengan bangga saya menunjukkan resep saya di “KoKi Food” pada rekan-rekan engineers di kantor. Mereka tertawa karena dunia kerja saya yang sangat serius, sungguh berbeda dengan tulisan resep saya itu. Juga di luar dugaan mereka, ada komunitas citizen journalism di Indonesia, yang juga memberi tempat buat “bule” seperti saya.
Sebetulnya saya sudah pernah mengirim resep kerang buat KoKi ini. Judulnya “Holandse Mosselen ala Yan”. Kerang buatan saya itu, disajikan seperti foto di bawah ini.

Hidangan kerang ala Yan (Foto: Yan)
Kali ini saya ingin menyajikan resep kerang yang berbeda. Bumbu dan cara memasaknya tidak sama dengan resep kerang terdahulu.
Ya, harap maklum kalau saya suka kerang (di Belanda disebut mosselen). Saya memang lahir dan besar di Belanda, negara produsen kerang terbesar di Eropa. Propinsi penghasil kerang terbesar di Belanda yaitu Zeeland. Dari propinsi Zeeland ini, kerang disebarkan ke seluruh penjuru Eropa.
Sekarang saya mulai memasak saja, ya! Mari ikut saya menuju dapur.

Yan masak kerang (Foto: Walentina)
Resep “Kerang Belanda"
Bahan-bahan
- 2 kilo kerang
- 400 gram udang besar
- 2 buah paprika
- 8 buah tomat
- 1 bawang bombay
- 10 siung bawang putih
- 3 batang daun bawang
- daun jeruk
- 300 ml kaldu ikan (bisa menggunakan kaldu siap pakai)
- 2 sendok makan gula
- 2 sdm cuka
Sebelum mengolah kerang, secara terpisah saya mengolah udang dengan cara berikut ini:
Cara menyiapkan udang:
- 5 bawang putih, haluskan.
- Panaskan wajan. Tuang minyak goreng 3 sendok makan. Tunggu sampai minyak panas.
- Setelah minyak panas, tuangkan bawang putih yang sudah dihaluskan. Aduk-aduk hingga harum, lalu tuangkan udang. Aduk hingga merata dengan bumbu. Setelah matang, angkat. Biarkan sebentar.
- Setelah udang di atas selesai, selanjutnya kita mengolah kerang.
Cara menyiapkan kerang:
-
Iris-iris paprika, bawang bombay, 3 siung bawang putih, daun bawang, daun jeruk dan tomat.

Foto: Yan
- Satukan semua irisan bumbu tadi di dalam panci, lalu tuangkan ke dalamnya kira-kira ¼ air.
- Jerang di atas api, aduk-aduk hingga merata.
- Panaskan sebentar saja, hingga semua bumbu terlihat matang. Matikan api, angkat.
- Setelah itu haluskan bumbu yang telah matang itu (bisa menggunakan food processor). Haluskan seluruh bumbu hingga menjadi saus merah kental.
- Siapkan wajan di atas api. Panaskan minyak kira-kira 4 sendok makan di wajan.
- Setelah minyak panas, masukkan 2 siung bawang putih. Tumis hingga harum dan warnanya kecoklatan.
- Masukkan saus merah yang baru saja dihaluskan tadi, aduk-aduk bersama bawang putih.
- Biarkan sejenak hingga saus itu mendidih.
- Setelah mendidih, bubuhkan gula, cuka dan garam. Masukkan juga irisan tomat.
- Setelah saus matang, masukkan kerang yang sudah dibersihkan.
- Tutup wajan, biarkan kira-kira 5-7 menit hingga kerang benar-benar matang.
- Tanda bahwa kerang sudah matang, jika kulit kerang sudah membuka dengan sendirinya karena suhu panas. Kerang yang tidak membuka kulitnya walau sudah agak lama di atas api, sebaiknya disingkirkan. Sebab kerang yang tidak membuka, tidak baik untuk dimakan.
- Lalu ke dalam kerang di wajan itu, masukkan juga udang yang sudah disiapkan di atas tadi.
- Aduk-aduk sebentar dan kerang pun siap dihidangkan.


Di Belanda, kerang ini biasanya disajikan bersama kentang atau pun roti. Namun disantap dengan nasi juga tidak masalah. Terserah selera anda.
Semoga resep ini bermanfaat.
God bless us. Good luck!
Ada satu pertanyaan. Kalau saya tidak menang dalam lomba masak ini, apa saya juga boleh dapat hadiah? Kalau jawabnya “ya”, saya harap sering-sering saja ada lomba masak. Tidak perlu menunggu sampai ulang tahun.
Groetjes,
Yan – Nederland
